kelayakan bisnis

BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Usaha adalah sesuatu bentuk yang dapat menghasilkan uang dan dapat meningkatkan taraf hidup seseorang untuk lebih baik. Suatu badan usaha yang kita jalankan dapat menghasilkan laba, atau pendapatan yang semaksimal mungkin, kita menyelenggarakan usaha yang bermanfaat dan menguntungkan dalam kesejahteraan hidup.
Selain itu, dalam menjalankan usaha harus mengikuti hukum-hukum ekonomi yang rasional –norma kebiasaan dalam dunia usaha sehingga dapat membantu pembangunan yang sedangdilaksakan oleh pemerintah. Agar dapat memenuhi kebutuhan masyarakat, pemerintah tidak hanya bekerja sendiri.Tetapi juga membuka luas  bagi pihak swasta untuk berpartisifasi memenuhi permintaan akan kebutuhan pokok masyarakat yang makin meningkat.
Aktifitas perdagangan, merupakan suatu komponen ekonomi dan merupakan sarana untuk memenuhi kebutuhan pokok masyarakat, maka saya berinisiatif untuk membuka usaha kuliner yang bergerak dibidang makanan yang berbahan dari masakan Indonesia dengan paduan sushi. Seiring dengan perkembangan zaman dan lingkungan khusunya di Indonesia, sudah banyak jenis-jenis makanan dari luar negeri yang masuk di Indonesia. Contohnya seperti Sushi, makan khas jepang. Sushi adalah makanan jepang yang terdiri dari nasi yang dibentuk bersama lauk (neta) berupa makanan laut, daging dan sayuran mentah atau sudah dimasak. Nasi sushi mempunyai rasa masam yang lembut karena dibumbui campuran cuka beras, garam dan gula.
Sampai tahun 1970-an sushi masih merupakan makanan mewah. Rakyat biasa di Jepang hanya makan sushi untuk merayakan acara-acara khusus, dan terbatas pada sushi pesan-antar. Sushi merupakan makanan dari nasi dan makanan laut mentah yang mudah busuk. Makanan ini dibentuk dengan tangan yang tidak mengenakan sarung tangan. Menempelnya berbagai macam mikroba pada sushi adalah sulit untuk dihindari. Sushi yang dibeli untuk dibawa pulang di musim panas atau di negara beriklim tropis harus segera dimakan agar tidak menyebabkan sakit perut.
Akan tetapi keunikan sushi itu sendiri berhasil membuat sebagian atau beberapa penduduk Indonesia menyukai makanan tersebut. Karena lidah orang Jepang dan Indonesia kemungkinan berbeda, dengan demikian akan tetap membuka usaha sushi ini dengan matang berbeda dengan yang diJepang dengan keadaan mentah. Mengkombinasikan masakanan Jepang dan Indonesia.
B.     Gambaran Usaha
Karena bisnis kuliner dari tahun ketahun semakin berkembang dengan pesat, dan memiliki prospek kedapn yang bagusdan usaha kuliner ini di Semarang belum begitu banyak orang yang mengetahuinya dan belum banyak yang tertarik untuk membukan usaha ini. Dengan semakin terbukannya peluang usaha ini yang dapat diminati oleh masyarakat, sehingga dapat memanfaatkan untuk mendirikan usaha “Rumah Sushi Indonesia”.
Harga yang ditawarkan untuk usaha sushi ini sangat terjangkau dan termasuk harga yang snagt ekonomis sehingga dapat menjadikan masyrakat yang akan berantusias untuk menikmati makanan Jepang yaitu sushi.
Dalam menjalankan usaha sushi ini menerapkan pelayanan yang berbeda dengan usaha-usaha sushi yang lainnya. Banyak hal yang menjadi perbedaan dari pelayan yang ada di tempat “Rumah Sushi Indonesia”. Banyak hal yang menjadi perbedaannya yaitu antara lain tidak menggunakan alkohol dalam menu masakannya, ikan/daging yang akan digunakan adalah bahan mentang yang tetap menyesuaikan dengan lidah orang Indonesia, resep yang akan digunakan merupakan racikan khas dari “ Rumah Sushi Indonesia”  yang sangat berinovasi dengan membuat bbumbu-bumbu ynag halal. 
Tempat usaha yang akan kami pilih yaitu Jalan Imam Bonjol no 19. Sangat berdekatan dengan kampus “ UDINUS (Universitas Dian Nuswantoro)” kami memilih daerah ini karena di daerah tersebut belum ada tempat usaha sushi. Dengan demikian akan membantu peluang untuk usaha tersebut dan memiliki prospek usaha yang baik.
C.    Logo
Description: Description: Description: D:\kelayakan kelmpok\unnamed.jpg
D.    Deskripsi Logo
1.    Warna
Warna yang diambil dalam logo rumah sushi yaitu hijau dan orange. Karena dalam warna hijau menandakan sushi yang identic dengan lapisan rumput laut yang berwarna hijau dan warna orange melihatkan bahwa ikan yyang sering digunakan dalam sushi yaitu ikan salmon yang berwana orange. Dan terdapat gambar-gambar sushi yaitu memperlihatkan bahwa sajian yang akan di perlihatkan akan sesuai dengan kenyataan nantinya.
2.    Logo
Logo yang kami pilih yaitu logo yang terdapat gambar rumah yaitu sesuai dengan usaha kami yaitu “Rumah Sushi Indonesia” dan di akhiran kata sushi ada 1 gambar yang berwarna orange itu menandakan bahwa ikan nag diapakai ikan salmon segar.
E.     VISI dan MISI “ Rumah Sushi Indonesia”
VISI
Visi usaha Rumah Sushi Indonesia adalah “Menjadikan makanan khas jepang khususnya sushi lebih diminati dari semua kalangan dan konsumen tidak merasa takut dalam menimkati makanan khas Jepang ini karena dijamin Halal.
MISI
1.      Membawa makanan jepang yang terkenal mahal menjadi makanan yang dapat dinikmati semua kalangan
2.      Memberikan kesan bahwa sushi bukan makanan mentah dalam olahannya
3.      Menjadikan makan khas Jepnag yakni Sushi yang dipadupadankan dengan selera lidah orang Indonesia
4.      Pelanggan menjadi prioritas utama
5.      Memberikan Inovasi Sushi dan menciptakan Sushi dengan rasa yang unik
6.      Menyediakan tempat yang bernuansa Jepang dapat untukk bersantai dan berkumpul dengan teman-teman.
7.      Pelayanan diunggulkan dan membuat tempat makan yang menyajikan nuansa atau etnik dari Jepang


BAB II
PEMBAHASAN
A.    Fungsi Perencanaan
Fungsi ini merupakan langkah awal daripada fungsi manajemen yang lain. Fungsi perencanaan menerapkan dasar dari suatu usaha yang disusun guna mencapai tujuan yang akan dicapai dalam suatu periode yang terukur. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa perencanaan diberi suatu devinisi umum, yaitu sebagai suatu proses yang di persiapkan untuk melakukan berbagai perubahan dan menanggapi berbagai ketidakpastian dengan memberikan rumusan atau formula terhadap berbagai tindakan yang akan dilakukan dimasa mendatang. Dalam menyusun perencanaan manajemen “Rumah Sushi Indonesia” melaksanakan bentuk-bentuk perencanaan usaha.
1.      Bentuk-bentuk perencanaan
a.       Sasaran
Menetukan target penjualan selama setahun kurang lebih sebesar Rp 150.000.000 rupiah. Jadi semua kegiatan akan diarahkan pada sasaran target penjualan tersebut agar tercapai.
b.      Kebijakan
Kebijakan ini merupakan petunjuk umum bagi perusahaan seluruh staff dan karyawan perdepartemen diharapkan mengerjakan sesuai dengan diskripsi pekerjaan yang diberikan
c.       Strategi
Strategi disusun untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan oleh rumah sushi dalam hal ini strategi yang dimaksud ialah cara-cara yang akan digunakan dalam pencapaina target yang telah dibuat. Salah satu contoh cara tersebut adalah dengan membuat program-progam pemasaran yang baik. Produk-produk yang kurang laku diberikan promosi agar dapat menambah target penjualan.
d.      Prosedur
Prosedur dalam pelaksanaan kerja di Rumah Sushi Indonesia dibuat untuk mempermudah pelaksanaan kegiatan perusahaan para karywaan diharuskan bekerja sesuai SOP yang ditetapkan oleh manajer Rumah Sushi. Contoh prosedur dalam menangani complain pelanggan yaitu karywan harus dapat menangani sendiri dan tetap harus dilaporkan kedepannya agar dapat menjadi evaluasi kedepannya.
e.       Aturan
Aturan merupakan bagian dari dari prosedur aturan dalam kerja karyawan Rumah Sushi di sampaikan secara lisan dan tertulis harapannya agar selalu di taati oleh semua staff dan karyawan.
f.       Program
Program-progam yang dijalankan saat ini oleh Rumah Sushi Indonesia diantaranya yaitu memberikan harga-harga special dan free minum pada saat-saat tertentu tetapi tidak menutup kemuningkinan perusahaan akan berkembang melalui program pemasaran yaitu mendirikan stand di event-event yang ada di Semarang misalnya Jateng Fair, Festival kuliner semarang dan lain-lain.
2.      Proses perencanaan
Proses perencanaan meliputi 8 tindakan yang terkait dengan proses perencanaan pada Rumah Sushi :
-           Inisiatif proses
-           Membuat tujuan
-           Menentukan berbagai asumsi perencanaan
-           Mengidentifikasi berbagai alternative yang memungkinkan
-           Mengevaluasi alternative tersebut
-           Memiliki alternative yang paling tepat
-           Merumuskan rencana pendukung
-           Mengimplementasikan rencana yang telah disetujui
3.      Tujuan Perencanaan
Menurut Husaini Usman (2011 : 65), Perencanaan bertujuan untuk :
-           Standart Pengawasan, yaitu mencocokkan pelaksanaan dengan perencanaannya
-           Mengetahui kapan pelaksanaan dan selesainya suatu kegiatan
-           Mengetahui siapa saja yang terlibat (struktur organisasinya), baik kualifikasinya maupun kuantitasnya
-           Mendapatkan kegiatan yang sistematis termasuk biaya dan kualitas pekerjaan,
-           Meminimalkan kegiatan-kegiatan yang tidak produktif dan menghemat biaya, tenaga dan waktu,
-           Memberikan gambaran yang menyeluruh mengenai kegiatan pekerjaan,
-           Menyerasikan dan memadukan beberapa sub kegiatan,
-           Mendeteksi hambatan kesulitan yang bakal ditemi, dan
-           Mengarahkan pada pencapaian tujuan.
4.      Manfaat Perencanaan
Husaini Usman dalam Bukunya yang berjudul “Manajemen, Teori, Praktik dan Riset Pendidikan” (2011 : 65) menuliskan bahwa manfaat perencanaan sebagai berikut:
-           Standar pelaksanaan dan pengawasan,
-           Pemilihan berbagai alternatif terbaik,
-           Penyusunan skala prioritas, baik sasaran maupun kegiatan,
-           Menghemat pemanfaatan sumber daya organisasi,
-           Membantu manajer menyesuaikan diri dengan perubahan lingkungan,
-           Alat untuk memudahkan dalam berkoordinasi dengan pihak terkait, dan
-           Alat untuk meminimalkan pekerjaan yang tidak pasti.

5.      Perencanaan strategis
Sebuah rencana adalah suatu statement dari apa yang diinginkan untuk mencapainya. Agenda perencanaan bisnis yang strategis seperti :
-           Memperoleh ijin yang sah dari pemerintah untuk menjalankan bisnis sushi ini, agar usaha ini berjalan sesuai peraturan dan sah dimata hokum.
-           Mengasuransikan bisnis sushi dilakukan apabila terjadi suatu hal buruk pada bisnis ini seperti kebakaran maupun pencurian dan tindakan criminal lain, makan sushi dapat memperoleh dana dari premi asuransi
-           Menaksir pasar dilakukan untuk bisa melihat peluang pasar seperti melihat tingkat kebutuhan konsumen, barang yang banyak diminati dipasaran.
-           Menaksir pendapatan dan biaya dilakukan agar usaha bisnis sushi ini dapat terus berjalan
-           Mengembangkan promosi dilakukan untuk menarik pelanggan
-           Mengamankan karyawan dan pelanggan dalam melaksanakan tugas baik di dalam dan diluar lingkungan kerja.
6.      Strategis bisnis
-           Service Excellent ( Pelayanan yang berorientasi pada kepuasan pelanggan )
Pelayanan yang membuat pembeli puas adalah kunsi utama. Ini karena selain produk yang dijual memiliki keunikan disbanding produk yang dijual oelh pesaing, dan sebagai differensiasi dari produk pesaing juga. Hanya memberikan pelayanan yang baik dan berkesan, maka pembeli akan datang kembali ke tempat Rumah Sushi ini.
-           Harga bersaing
Bisnis Rumah Sushi Indonesia ini banyak pesaingnya maka dari itu jangan patok harga lebih mahal tapi sama atau bila dimungkinkan lebih murah dari pesaing anda. Jika ada persepsi harga lebih mahal oelh pembeli maka pembeli akan mencari harga yang murah karena dalam bisnis ini kualitas barang mudah diukur dan hampir sama
-           Permudah pembeli
Pembeli tidak perlu menanyakan harga setiap produk, bisa lebih kreatif dengan member daftar harga pada daftar menu yang dipajang didinding.
-           Tempat usaha yang nyaman
Tempat usaha yang nyaman membuat suasanan bernuansa Jepang cocok untuk bersantai para mahasiswa, keluarga dan sangat cocok untuk berkumpul.
-           Adanya area smoking dan no smoking yang dipisahkan.
7.      Hambatan Dalam Perencanaan
-           Kurang pengetahuan tentang organisasi
-           Kurang pengetahuan tentang lingkungan
-           Ketidakmampuan melakukan peramalan secara efektif
-           Kesulitan perencanaan operasi-operasi yang tidak berulang
-           Ketidaksediaan untuk menyingkirkan tujuan-tujuan alternative
-           Biaya
-           Takut gagal
-           Kurang percaya diri
Cara Mengatasi Hambatan :
-           Melibatkan para pegawai, terutama mereka yang terkena pengaruh dalam proses perencanaan.
-           Memberikan banyak informasi kepada para pegawai tentang rencana dan kemungkinan akibat-akibatnya sehingga mereka memahami perlunya perubahan serta mendapat manfaat yang diharapkan dan apa yang diperlukan untuk pelaksanaan yang efektif.
-           Mengembangkan suatu pola perencanaan dan penetapan yang efektif, suatu "track record" yang berhasil mendorong kepercayaan kepada para pembuat rencana, serta menjadikan rencana baru tersebut diterima.
-           Menyadari dampak dari perubahan-perubahan yang diusulkan kepada para anggota organisasi dan memerkecil gangguan yang tidak perlu.
B.     Fungsi Pengorganisasian 
Menurut T Hani Handoko,organisasi merupakan proses penyusunan anggota dalam bentuk struktur organisasi  untuk mencapai tujuan organisasi dengan sumber daya yang dimiliki dan lingkungan yang melingkupinya baik intern maupun ekstern.
Fungsi dari pengorganisasian yaitu kegiatan yang mengatur tugas,wewenang dan tanggungjawab serta pengorganisasian yang baik dapat menempatkan orang-orang pada tugas yang tepat (Right Man in the Right Place)
Unsur-unsur struktur organisasi terdiri dari :
-           Spesialisasi kegiatan berkenaan dengan spesifikasi tugas penyatuan tugas-tugas tersebut menjadi satuan-satuan kerja
-           Standardisasi kegiatan
-           Sentralisasi dan desentralilasi pembuatan keputusan
-           Ukuran satuan kerja
1.      Tugas dan Tanggungjawab Setiap Bagian
a)      Owner
Tugas dan Tanggungjawabnya antara lain:
1)      Merencanakan, mengelola, dan menganalisis segala aktivitas bisnis seperti operasional, sumber daya manusia, keuangan, dan pemasaran
2)      Merencanakan dan mengelola proses penganggaran, lalu mengamati dan menganalisis apabila ada kejanggalan dalam prakteknya.
3)      Mengelola perusahaan sesuai dengan tujuan strategis dengan keefektifan dan biaya seefisien mungkin.
4)      Merencanakan dan mengelola kinerja pada sumber daya manusia agar sumber daya manusia yang berkompeten teridentifikasi dan dapat ditempatkan pada posisi yang sesuai sehingga dapat memaksimalkan kinerja perusahaan
5)      Mengidentifikasi dan meningkatkan performa operasional perusahaan dengan cara memotivasi berbagai divisi di perusahaan
6)      Menganalisis dan mengambil langkah paling prioritas bagi alokasi sumber daya dan penganggaran perusahaan.
7)       Membuat kebijakan, prosedur, dan standart  pada organisasi perusahaan.            
b)     Manajer
Tugas dan tanggungjawabnya antara lain :
1)      Bertugas melakukan persiapan dan seleksi tenaga kerja
  • Persiapan (preparation)
            Ada dua hal yang perlu diperhatikan dalam hal melakukan persiapan, antara lain faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal dalam persiapan meliputi jumlah kebutuhan karyawan baru, struktur organisasi, dan sebagainya. Sedangkan faktor eksternal dalam hal persiapan meliputi hukum ketenagakerjaan, kondisi pangsa tenaga kerja, dan lain sebagainya.

  • Rekruitmen Tenaga Kerja ( Recruitment )
          Recruitment adalah sebuah proses untuk mencari calon pegawai atau karyawan yang dapat memenuhi kebutuhan SDM organisasi atau perusahaan.
  • Seleksi Tenaga Kerja ( Selection )
                     Pengertian dari seleksi tenaga kerja adalah sebuah proses yang dilakukan untuk menemukan tenaga kerja yang tepat dari sekian banyak kandidat. Tahapan yang dilakukan dalam proses seleksi tenaga kerja, yaitu melihat daftar riwayat hidup/ CV, melakukan seleksi awal berdasarkan CV pelamar, pemanggilan pelamar untuk tes interview, menguji calon karyawan dengan test tertulis, proses interview/ wawancara kerja, dan proses selanjutnya.
2)      Pengembangan dan Evaluasi Karyawan ( Development and Evaluation )
          Agar tenaga kerja atau karyawan dapat berkontribusi secara maksimal terhadap perusahaan atau organisasi, maka ia harus menguasai pekerjaan yang menjadi tugas dan tanggung jawabnya. Proses pengembangan dan evaluasi karyawan dilakukan sebagai sebuah pembekalan agar tenaga kerja dapat lebih menguasai dan ahli di bidangnya, serta meningkatkan kinerja yang ada.
3)      Pemberian Kompensasi dan Proteksi pada Pegawai
                   Kompensasi adalah imbalan atau upah atas kontribusi kerja pegawai secara teratur dari organisasi atau perusahaan. Pemberian kompensasi harus tepat dan sesuai dengan kondisi pasar tenaga kerja yang ada pada lingkungan eksternal agar tidak menimbulkan masalah ketenagakerjaan atau kerugian pada organisasi atau perusahaan.
4)      Memberikan motivasi kepada karyawan
          Manager berkewajiban memberikan motivasi  yang kuat kepada semua karyawan untuk mencapai  target-target yang telah ditentukan. Manager operasional harus bisa merangkul semua karyawan yang tentu memiliki karakter yang berbeda. Untuk itu seorang manager operasional haruslah memiliki jiwa leadership yang tinggi. Selain itu, manager operasional juga harus menjadi teladan yang baik.
5)      Sarana komunikasi bagi karyawan
                 Manager operasional merupakan pusat atau titik temu koordinasi antara  capten dan karyawan. Apapun yang terjadi dalam lingkungan restaurant haruslah diinformasikan guna memperbaiki kesalahan-kesalahan yang terjadi di perusahaan
6)      Membantu karyawan jika mengalami kendala
         Manager membantu operasianal  dan menangani disaat karyawan mengalami kendala-kendala didalam operasional .
Persyaratn jabatan :
-           Sarjana pendidikan ( S1 ) Ekonomi / Management
-           Mampu mengoprasionalkan computer
-           Pernah bergabung di perusahaan lain sebagai manajer selama 2 tahun
-           Loyalitas tinggi
-           Ulet, tekun dan jujur
c)      Administrasi
    Tugas dan tanggungjawabnya antra lain :
1)      Mengecek pelaporan dari sushi,barista dan kasir,pelaporan harus Rill dan Detai
2)      Estimasi bahan –bahan baku ke gudang,(Bumbu,freshfood,non food dll) sesuai kebutuhan outlet(tidak boleh overload)
3)      Meng-Input data penjualan per shif,omset,data discount,voucher,promo dll)dan pelaporan harus balance
4)      4) Meng-Input pelaporan Sushi,barista dan Waiter ( dari stok awal+   barang masuk- pemakaian per shif = stok akhir)
5)      Data harus Rill,jika ada reject,jika terjadi  kesalahan dalam memproses makanan,harus  di konfirmasikan kepada manager dan tercatat di pelaporan.
6)      Meng-input jadwal karyawan per hari( full day,over time, keterlambatan,izin dll
7)      Membuat laporan aruskas,purchasing,dan controling bahan baku.
8)      Mengontrol peralatan yang dibutuhkan dalam oprasional.
9)      Membelanjakan bahan-bahan yang kurang dalam oprasional,baik food atau non food.
Persyaratan Jabatan :
-           Pendidikan minimal D3 manajemen perusahaan
-           Pengelaman bekerja selama 2 tahun
-           Ulet tekun dan jujur
-           Menguasai Microsoft Excel
d)     Capten Sushi
Tugas dan tanggungjawabnya antara lain :
1)      Mengontrol  bahan baku (stok akhir,barang masuk,kemudian barang keluar ataupun reject).
2)      Mengontrol dalam pemakaian bahan baku
3)      Membuat jadwal kerja mingguan
4)      4)Mampu mengestimasi kebutuhan yang berkaitan dengan inventory dalam operasional.
5)      Mampu membagi tugas kerja untyuk masing-masing crew dalam satu team
6)      6) Membantu manajer operasional dalam mengatasi masalah-masalah yang terjadi di outlet.(contohnya kerusakan  peralatan –peralatan   yang menganggu oprasional ,selagi masih bisa dibenahi sendiri tanpa harus mengundang tukang service)
Persyaratan jabatan
-           pendidikan minimal SMA/SMK
-           Pengalaman bekerja selama 2 tahun dalam bidang rumah makan
-           Tekun,ulet dan jujur
-           Mempunyai keahlian memasak
e)      Sushi Chef
Tugas dan tanggungjawabnya antara lain :
1)      Estimasi bahan-bahan baku untuk produk-produk yang akan dijual khususnya pembuatan Sushi.
2)      Mengecek apakah bahan-bahan yang dari suplier layak di produksi
3)      Memproses bahan-bahan ,menyiapkan menu yang akan di jual harus sesuai     dengan standart operasional perusahaan
4)      Membersihkan area Sushi
5)      Membuat laporan Sushi,pelaporan harus rill dan balance.
Persyaratan Jabatan :
-           Pendidikan minimal SMA / SMK
-           Pengalam kerja selama 2 tahun
-           Tekun,ulet,dan jujur
-           Mempunyai keahlian memasak

f)       Barista
Tugas dan tanggungjawabnya antara lain
1)       Bertanggungjawab melaksanakan proses perngolahan baverages mengontrol kapasitas dan kualitas produksi
2)       Melengkapi produk yang tidak ada atau kosong
3)       Membuat minuman yang di pesan oleh konsumen
4)       Membersihakan area barista
5)       Membuat laporan Barista
Persyaratan Jabatan
-           Pendidikan mininaml SMA /SMK
-           Pengalaman kerja selama 2 tahun
-           Tekun,ulet dan jujur
g)      Waiter/ waiters
1)      Melayani konsumen dengan baik dan mampu memberikan informasi yang baik tentang produk kepada konsumen
2)      Wajib menghafal  berbagai macam menu,cita rasa,bahan baku, dan harga
3)      Mencatat menu yang dipesan oleh konsumen
4)      Melaksanakan pekerjaan serving dan preparing seluruh jenis pesanan,setiap karyawan harap berbagi tugas setiap shifnya untuk menunjang kelancaran kerja.
5)      Mengantarkan menu yang dipesan oleh konsumen
6)      Melaksanakan pekerjaan wajib didasari kecepatan dan kesempurnaan  kerja dan selalu menjunjung tinggi pelanggan sesuai dengan standart oprasional  perusahaan,
7)      Mengecek menu-menu kembali yang sekiranya belum di antar atau menanyakan menu apa yang belum di antar.
8)      Wajib menjaga keamanan dan kenyamanan konsumen dari awal dating sampai konsumen pulang.
9)      Setelah konsumen selesai makan ,harus mengucapkan say thank you atau arigato gozaimazu kepada konsumen.
Persyaratan Jabatan
-           Pendidikan minal SMA /SMK
-           Pengalaman kerja selama 2 tahun
-           Tekun,ulet dan jujur
h)     Kasir
Tugas dan tanggung jawabnya :
1)      Menyambut (Welcoming) konsumen pada saat akan masuk pada area dining dan mempersilahkan
2)      Melayani konsumen yang masuk.(Dimulai dari memberikan menu,mencatat menu yang dipesan oleh konsumen,kemudian mengulang menu yang telah dipesan, memberikan orderan ke kasir,kemudian memberikan bill ke konsumen) Tugas kasir sini sama dengan waiter karena di dalam operasioanl  semua harus bisa menguasai  dalam melayani konsumen
3)      Menyediakan stok uang  receh  untuk kembalian konsumen,agar tidak mengganggu transaksi yang sedang berlangsung
4)      Bertanggungjawab sepenuhnya untuk memberikan pelayanan yang baik sesuai dengan standart operasional perusahaan.
5)      Membersihkan meja atau clear up setelah konsumen selesai makan.
6)      Membuat laporan setelah closing.
7)      Perhitungan data penjualan sama pelaporan uang harus balance.
            Karena kasir berhubungan dengan transaksi pembayaran dengan konsumen, makan jobdesc yang diberikan pun harus detail. Dengan jobdesc dari manajemen yang telah diuraikan diatas kasir diharapkan mampu menghandle setiap urusan keuangan yang masuk melalui konsumen.
Persyaratan Jabatan
-           Pendidikan minimal SMA/SMK
-           Pengalaman minimal 2 tahun
-           Tekun ,ulet dan jujur
i.        Dishwaser
Tugas dan tanggungjawabnya
1)      Mencuci peralatan masak,peralatan makan, dan membantu Shusi Chef jika dalam Operasinal membutuhkan bantuan khususnya waktu prepare produk
2)      Membersihkan area sushi Chef
3)      Membersihkan Area Sampah
            Diharapkan dengan jobdesc yang disebutkan diatas, karyawan dishwaser lebih mudah menjalankan pekerjaannya dan tidak melupakan atau lalai terhadap pekerjaan yang diberikan kepadanya.
2.      Struktur organisasi Rumah Sushi Indonesia
              Struktur organisasi dibuat agar memudahkan para karyawan dalam menjalankan pekerjaan. Setiap karyawan dapat mengetahui setiap tugas dan tanggung jawabnya masing masing dan harus mempertanggungjawabkan kepada siapa setiap pekerjaan yang mereka lakukan.
Contohnya untuk departemen chef sushi, barista, waiter/s harus mempertanggungjawabkan tugasnya kepada captain. Semua yang terjadi dalam operasional harus dilaporkan kepada captain, baik masalah maupun kemajuan usaha semua harus dikomunikasikan. Begitu juga jika terjadi masalah, captain bisa membantu departemen dibawahnya untuk memberikan solusi.
Pembagian kerja dalam usaha “Rumah Sushi Indonesia” kami, disusun se efisien mungkin agar para karyawan tidak merasa terbebani dengan tugas yang diberikan. Setiap pekerjaan diberikan sesuai dengan tanggung jawab masing-masing. Agar menghindari terjadinya saling lempar tanggg Sushi Indonesia”.
Struktur Organisasi Rumah Sushi Indonesia
 






 
 



C.    Fungsi Pengarahan
Pengarahan berarti bahwa manajer mengarahkan ,memimpin dan mempengaruhi para bawahan. Fungsi pengarahan yaitu membuat orang lain mengikuti  keinginannya dengan menggunakan  kekuatan pribadi  atau kekuasaan jabatan  secara efektif dan pada tempatnya demi power
Pengarahan di Rumah Sushi Manajer tidak melakukan kegiatan sendiri,tetapi menyelesaikan tugas-tugas melalui captain. Fungsi fungsi pengarahan dalam Usaha Rumah Sushi Indonesia meliputi :
1.      Motivasi
       Motivasi merupakan kegiatan yang mengakibatkan, menyalurkan dan memelihara perilaku manusia. Motivasi subyek yang penting bagi manajer, karena menurut definisi manajer harus bekerja dengan dan melalui orang lain. Manajer perlu memahami orang-orang berperilaku tertentu agar dapat mempengaruhinya untuk bekerja sesuai dengan yang diinginkan organisasi.
Motivasi yang diberikan usaha Rumah Sushi Indonesia untuk karyawan ada 2 jenis motivasi yaitu :
a.       Motivasi Positive yaitu suatu motivasi yang  diberikan pada seorang yang sifatnya adalah membuat seorang itu merasa senang dan percaya diri. Suatu motivasi  yang diberikan pada  seorang yaitu memberikan insentif kepada karyawan agar hasil kerja nya lebih baik.  Contoh :
-           Bagi karyawan yang  menawarkan  program promo sushi dan konsumen tertarik,maka karyawan layak mendapatkan insentif tersebut.
-           Bagi karyawan yang membuat inovasi –inovasi program menu baru, dan inovasi tersebut diterima oleh perusahaan.
-           Bagi karyawan yang kinerja nya selalu memberikan service yang terbaik kepada pelanggan.
-           Bagi karyawan yang  tidak ada keterlambatan absensi dalam 1 bulan berhak mendapatkan insentife khusus.
b.      Motivasi Negativ yaitu suatu motivasi  yang diberikan pada seorang  yang sifatnya lebih menunjukkan kekurangan si target atau lebih kasarnya  menjelek-jelekan target agar ia merasa bahwa  ia harus  berubah kearah yang lebih baik lagi. Contoh Motivasi Negativ :
-           Bagi karyawan yang melanggar standart operasional prosedur karyawan  akan mendapat surat peringatan 1, surat peringatan pertama akan berlaku selama 3 bulan, jika dalam 3 bulan karyawan tidak melanggar peraturan lagi ,maka surat peringatan pertama akan hangus. Tapi jika dalam masa 3 bulan karyawan melakukan kesalahan lagi maka akan dikenakan  surat peringatan kedua.
-           Bagi karyawan yang melakukan pekerjaan nya ceroboh sampai terjadi kerusakan barang atau pecah, maka karyawan harus mengganti barang yang pecah tersebut , 50 % dari barang yang di rusak.
Maka dengan adanya pengarahan,  komunikasi antara manajer dengan bawahan akan  terjalin dengan baik ,operasional akan berjalan dengan lancar sehingga membuat karyawan menjadi lebih semangat dalam melaksanan tugas dan tanggungjawabnya.
2.      Komunikasi
Komunikasi dalam operasional merupakan peran yang sangat penting tanpa adanya komunikasi antar manajer dengan karyawan atau karyawan dengan karyawan operasional tidak akan berjalan dengan lancar , jadi Komunikasi yaitu suatu proses informasi (pesan,ide gagasan) dari satu pihak ke pihak yang lain.
Manajemen sering mempunyai masalah tidak efektifnya komunikasi. Padahal komunikasi yang efektif adalah penting bagi para manajer, paling tidak untuk dua alasan, yang pertama adalah komunikasi yaitu  proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan dapat di capai.  Kedua komunikasi adalah kegiatan untuk para manajer mencurahkan sebagian besar  proporsi waktu  mereka. Proses komunikasi memungkinkan manajer  untuk melaksanakan tugas-tugas mereka, Jadi manajer dapat  melaksanakan fungsi-fungsi  manajemen mereka hanya melalui interaksi dan komunikasi  dengan pihak lain.
 Tiga macam komunikasi yang ada dalam usaha kami yaitu :
a.       Komunikasi kebawah
Yaitu komunikasi yang disampaikan pimpinan kepada bawahan yang dapat berupa : intruksi atau petunjuk untuk melakukan pekerjaan, perintah, teguran kepada karyawan yang lalai dalam menjalankan pekerjaannya dan pujian terhadap karyawan yang bekerja dengan baik.
b.      Komunikasi keatas
Komunikasi ini disampaikan oleh bawahan kepada atasan dan ini dapat berupa laporan-laporan oprasional harian ataupun keluhan dari karyawan, pendapat yang disampaikan karyawan maupun saran-saran untuk kemajuan perusahaan Rumah Sushi Indonesia.
c.       Konunikasi horosontal
Komunikasi disampaikan oleh dan untuk para anggota karywaan yang dapat berupa pemeriksn ulang secara berturut-turut untuk memperoleh persetujuan serta pemeriksaan ulang secara bersama untuk memperoleh persetujuaan.

3.      Kepemimpinan
       Kepemimpinan yaitu proses pengarahan yang dapat memotivasi orang lain untuk bekerja kearah pencapain tujuan tertentu dalam kepemimpinan melibatkan kemampuan sesesorang utuk mempengaruhi orang lain.
       Kempemimpinan dalam usaha kami di pegang oleh manajer disini manajer selaku pemimpin usaha kami harus dapat memberikan motivasi kepada karyawan dan memnjadi pendorong untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. Motivasi hrus bisa diterima oleh semua karyawan. Manajer dengan kekuasaan yang dimiliki dalam usaha kami dapt mengrahkan dan mempengaruhi bawahan agar bersedia melaksanakan tugas-tugasnya dengan baik.  
Untuk dapat memimpin karyawan dengan baik pimpinan dari usaha kami harus memliki kualifikasi sebagai berikut :
a.       Kecerdasan
Seorang pemimpin harus memlliki kemampuan berfikir yang lebih lulas dari karyawannya
b.      Kemampuan memimpin
Tanpa adanya kemampuan untuk memimpin maka akan mengurangi kewibawaan seorang atasan
c.       Kemampuan berkomunikasi
Disamping menerima laporan karyawan perdepartemen keluhan maupun saran dari bawahan juga dituntut harus mampu mengadakan komunikasi kebwah yaitu memberikan perintah kepada karyawan petunjuk dan sebagainya untuk kemajuan usaha.
d.      Bersikap adil
Pemimpin dalam usaha kami diharapkan berusaha berlaku adil terhadap siapa pun terutama kepada karyawan jika melakukan kesalahan atau kelalaian dalam melayani konsumen harus ditegur dan diberikan sanksi (tata tertib perusahaan)
       Fungsi pengarahan dalam usaha kami, ditujukan untuk karyawan agar bekerja dengan baik dan membantu kelancaran usaha kami. Dengan melakukan 3 bentuk fungsi pengarahan diatas. Diharapkan semua karyawan bisa diarahkan dan bisa diandalkan oleh perusahaan menjadi karyawan yang baik.
4.      Kompensasi
Kompensasi adalah semua pendapatan yang berbentuk uang, barang langsung atau tidak langsung yang diterima karyawan sebagai imbalan atas jasa yang diberikan kepada perusahaan (Malayu S.P. Hasibuan, 2002:54). Kompensasi berbentuk uang, artinya gaji dibayar dengan sejumlah uang kartal kepada karyawan yang bersangkutan.
Kompensasi ini dirumuskan sebagai balas jasa yang memadai dan layak kepada karyawan untuk sumbangan mereka kepada tujuan organisasi. Kompensasi adalah segala sesuatu yang diterima oleh karyawan sebagai balas jasa atas upaya-upaya yang telah diberikan kepada perusahaan.Ini penting dilakukan karena merupakan faktor yang mendorong partisipasi karyawan pada perusahaan dan disamping itu merupakan hak karyawan karena telah menyumbangkan tenaga dan pikirannya demi kemajuan dan perkembangan perusahaan. Dalam hal ini kompensasi diberikan harus bijaksana sesuai dengan tugas dan tanggung jawab karyawan yang bersangkutan.
Walapun beberapa penelitian tentang moral yang dilakukan akhir-akhir ini cenderung mengurangi pentingnya arti penghasilan dalam bentuk uang bagi karyawan, namun kita tetap berpendapat bahwa kompensasi adalah salah satu fungsi manajemen sumberdaya manusia yang sangat penting.
Sedangkan metode-metode kempensasi yang dapat digunakan untuk meningkatkan prestasi kerja dalam usaha Rumah Sushi Indonesia dibagi dalam empat kategori yaitu:
1.      Perbaikan-perbaikan produk dan proses.
2.      Perbaikan-perbaikan pekerjaan.
3.      Motivasi karyawan.
4.      Perubahan Organisasional.
Tujuan Pemberian Kompensasi
Salah satu tujuan seseorang menjadi karyawan adalah karena adanya kompensasi. Dengan kompensasi yang diterimanya ini karyawan berharap dapat memenuhi kebutuhannya. Oleh karena itu setiap perusahaan dalam menetapkan besarnya kompensasi kepada para karyawannya harus diusahakan sedemikian rupa sehingga kompensasi kepada para karyawannya harus diusahakan sedemikian rupa sehingga kompensasi terendah yang diberikan dapat memenuhi kebutuhan mereka secara minimal.



SALARY KARYAWAN Rumah Sushi Indonesia







No
Nama lengkap
Current
Basic Salary
Meal
Transportasi
Profesi
TTL
TTL Pembulatan
Ketarangan
Position
yg diterima Karyawan
yg diterima Karyawan
Periode
1
ADITYA ANGGA
owner
 Rp      2.700.000
 Rp       650.000
 Rp             250.000
 Rp              300.000
 Rp    3.900.000
 Rp    3.900.000
 1-31 desember 2016
2
YUDI BUDIONO
manajer
 Rp      1.700.000
 Rp       520.000
 Rp             230.000
 Rp              200.000
 Rp    2.650.000
 Rp    2.650.000
 1-31 desember 2016
3
AULIA  SISKA
administrasi
 Rp      1.500.000
 Rp       520.000
 Rp             150.000
 Rp              150.000
 Rp    2.320.000
 Rp    2.320.000
 1-31 desember 2016
4
ENDANG PARIKESIT
captain Sushi
 Rp      1.000.000
 Rp       400.000
 Rp             150.000
 Rp              100.000
 Rp    1.650.000
 Rp    1.650.000
 1-31 desember 2016
5
INDRIYANA PRATIWI
Sushi Chef
 Rp         900.000
 Rp       390.000
 Rp             150.000
 Rp                75.000
 Rp    1.515.000
 Rp    1.515.000
 1-31 desember 2016
6
TIWI ASMIRA
barista
 Rp         900.000
 Rp       390.000
 Rp             150.000
 Rp                75.000
 Rp    1.515.000
 Rp    1.515.000
 1-31 desember 2016
7
MAMAD HENDRA P
waiter/s
 Rp         900.000
 Rp       390.000
 Rp             150.000
 Rp                75.000
 Rp    1.515.000
 Rp    1.515.000
 1-31 desember 2016
8
ANIS WILLIYANA
kasir
 Rp         900.000
 Rp       390.000
 Rp             150.000
 Rp                75.000
 Rp    1.515.000
 Rp    1.515.000
 1-31 desember 2016
9
TRI PRATAMA
dishwaser
 Rp         650.000
 Rp       390.000
 Rp             150.000
 Rp                50.000
 Rp    1.240.000
 Rp    1.240.000
 1-31 desember 2016
20












 Rp    11.150.000
 Rp    4.040.000
 Rp          1.530.000
 Rp           1.100.000
 Rp  17.820.000
 Rp  17.820.000


D.    Fungsi Pengawasan
Fungsi pengawasan merupakan fungsi terakhir yang harus dilakukan oleh manajemen suatu perusahaan. Begitu juga dengan manajemen dari “Rumah Sushi Indonesia” dengan menjalankan fungsi pengawasan dapat diketahui tentang hasil yang telah dicapai oleh perusahaan. Cara dalam pengawasan yang dilakukan oleh “Rumah Sushi Indonesia” yaitu dengan membandingkan segala sesuatu yang telah dijalankan dengan rencana yang telah dibuat, serta tak lupa untuk terus melakukan perbaikan-perbaikan bilamana terjadi penyimpangan.
Dengan adanya hal tersebut pengawasan dapat mengukur seberapa jauh hasil yang telah dicapai manajemen apakah sudah sesuai dengan apa yang telah direncanakan atau belum. Untuk lebih jelasnya, berikut dijelaskan lebih rinci tentang teknik/cara pengawasan yang dilakukan oleh manajemen “Rumah Sushi Indonesia”
1.    Metode pengawasan Non-Kuantitaif
Metode non kuantitatif tidak melibatkan angka-angka dan dapat digunakan untuk mengawasi prestasi organisasi secara keseluruhan. Teknik yang digunakan adalah :
a)        Inspeksi teratur dan langsung yaitu pengawasan secara langsung yang dilakukan sendiri oleh pimpinan. Dalam hal ini pimpinan langsung datang dan memeriksa kegiatan yang sedang dijalankan oleh bawahan. Pengawasan cara ini juga disebut observasi sendiri. Pengawasan yang dilakukan oleh Pimpinan “Rumah Sushi Indonesia” dengan cara berkunjung ke kedai atau outlet secara langsung untuk mengawasi para karyawan. Pengawasan oleh pihak pimpinan atau CEO ini juga bertujuan untuk mengendalikan kegiatan karyawan selama bekerja agar tetap menjalankan pekerjaan nya dengan baik dan mengawasi pekerjaan mereka agar pekerjaan dilaksanakan sebagaimana mestinya.
b)        Laporan lisan dan tertulis. Pengawasan secara tidak langsung ini, dilaksanakan lewat pembuatan laporan baik dalam bentuk lisan maupun tertulis. Ada dua macam/jenis laporan yaitu :
a.         Laporan yang dibuat untuk menjelaskan kemajuan dari sebagian atau seluruh bidang kegiatan yang biasa disebut progress report. Laporan mengenai kemajuan perusahaan dapat dijadikan patokan oleh pimpinan untuk menentukan keberhasilan organisasi. Laporan yang dibuat harus benar-benar bisa dipertanggung jawabkan. Pada usaha “Rumah Sushi Indonesia laporan ini biasa disampaikan oleh bagian manajer, administrasi dan captain sushi kepada owner atau CEO.
b.         Laporan yang menyangkut keadaan dari suatu bidang tertentu : keuangan, perlengkapan, kekayaan dan sebagainya. Laporan ini disampaikan oleh masing masing departemen yang ada dalam perusahaan seperti sushi chef, kasir, waiter/s, dan barista. Masing masing departemen mempunyai tanggung jawab untuk membuat laporan harian per sift untuk dilaporkan kepada captain sushi.
Berikut rincian laporan pengawasan terhadap keuangan perlengkapan dan keuangan per departemen di Rumah Sushi Indonesia :
1.      Sushi Chef bertanggung jawab terhadap pengawasan estimasi bahan-bahan baku untuk produk-produk yang akan dijual
2.        Kasir bertanggung jawab terhadap pengawasan setiap transaksi penjualan dan memastikan kebenaran dari setiap transaksi (terutama transaksi pengeluaran/ Pembelian) Dalam pemeriksaan laporan yang dibuat oleh kasir ini, manajemen Rumah Sushi Indonesia memperhatikan 3 hal yang penting yaitu :
a)         Pemeriksaan bukti pembelian makanan yang dilakukan oleh konsumen.
b)        Pemeriksaan fisik uang.
c)         Pemeriksaan pencatatan yang dibuat oleh kasir.
3.      Waiter/s bertanggung jawab terhadap pengawasan menu yang dipesan oleh konsumen
4.      Barista bertanggungjawab terhadap pengawasan perlengkapan yang dimiliki seperti gelas serta proses perngolahan baverages, mengontrol kapasitas dan kualitas produksi.
Dari sudut waktu pembuatan, laporan dapat bersifat insidentil artinya dapat dibuat sewaktu-waktu menurut kebutuhan, atau dapat pula dibuat secara berkala, artinya dibuat berdasarkan waktu-waktu yang telah ditentukan seperti : harian, mingguan, bulanan, tahunan dan seterusnya. Karyawan perdepartemen “Rumah Sushi Indonesia” sendiri diberi kewajiban untuk menyampaikan laporan kepada Captain sushi setiap hari, dan untuk laporan yang bersifat insidentil biasanya Owner/CEO meminta laporan tersebut untuk mengamati sesuatu dan atau merencanakan sesuatu dalam perusahaan yang sifatnya untuk memperbaiki manajemen yang sedang berjalan yang sifatnya insidental. Pengawasan ini merupakan pengawasan represif, yaitu pengawasan yang dilakukan setelah terjadinya sesuatu yang tidak diinginkan, dengan tujuan untuk mencegah terulangnya kembali kejadian yang sama.
c)      Evaluasi Pelaksanaan.
Dalam evaluasi pelaksanaan di Rumah Sushi Indonesia diterapkan system dalam 1 minggu sekali antara captain sushi, administrasi, dan manajer melakukan meeting untuk mengevaluasi operasional selama satu minggu kebelakang. Guna nya untuk mengetahui kendala-kendala atau hambatan yang terjadi selama proses operasional. Contoh hambatan atau kendala yang sering muncul biasanya mengenai permasalahan harga bahan baku yang sulit di dapat karena harga terlalu mahal, pembahasan standar atribut karyawan yang tidak digunakan saat bekerja yang menimbulkan komplain dari konsumen serta kesalahan dalam meng-estimasi bahan atau bumbu yang digunakan dalam operasional. Diharapkan melalui evaluasi pelaksanaan operasional mingguan ini dapat memecahkan masalah-masalah tersebut sehingga permasalahan tersebut tidak sampai mengganggu operasional perusahaan.
Selain evaluasi dilakukan setiap minggu, evaluasi juga dilaksanakan setiap bulan. Evaluasi setiap bulanan ini dilakukan oleh CEO dan manajer. Tujuannya untuk pengawasan penjualan produk. Produk yang jarang dibeli konsumen, difikirkan untuk di siasati agar penjualan produk tersebut bisa meningkat. Sebisa mungkin penjualan terhadap produk tersebut terus diawasi dan diberikan solusi agar target penjualan bisa meningkat dan menghasilkan profit bagi perusahaan.
d)     Pengamatan (pengendalian dengan observasi)
Jenis pengamatan terdiri dari pengamataan internal dan pengamatan ekternal.
-          Pengamatan internal adalah pengamatan yang dilakukan secara mandiri oleh setiap pekerja terhadap tugas yang dibebankan terhadapnya. Sebagai contoh, pekerja di bagian dapur (sushi chef) secara sadar mandiri melakukan pengecekan masakanya apakah bahan-bahannya, proses memasaknya, hingga hasil masakanya sesuai dengan standar restoran atau tidak.
-          Pengamatan eksternal adalah pengamatan yang dilakukan terhadap seseorang atau bagian oleh orang lain atau oleh bagian di luar bagian yang diamati (biasanya bagian yang lebih tinggi). Kepala restoran mengamati captain sushi, administrasi ,dan waiter/s atau kepala bagian dapur mengawasi staf bagian dapur, adalah salah satu contoh dari pengamatan eksternal
e)      Manajemen Pengecualian (Management by Exception)
Manajemen pengecualian adalah teknik pengawasan yang memungkinkan hanya penyimpangan kecil antara yang direncanakan dan kinerja aktual yang mendapatkan perhatian dari CEO atau owner. Manajemen pengecualian didasarkan pada prinsip pengecualian, prinsip manajemen yang muncul paling awal pada literatur manajemen. Prinsip pengecualian menyatakan bahwa bawahan menangani semua persoalan rutin organisasional, sementara CEO atau owner menangani persoalan organisasional non rutin atau diluar kebiasaan.
f)       Diskusi antar manajer dengan bawahan tentang pelaksanaan suatu kegiatan. Hal ini termasuk kedalam kegiatan laporan evaluasi mingguan antara manajer dengan staf-staf dibawahnya. Cara ini dapat menjadi alat pengendalian karena masalah yang mungkin ada dapat didiagnosis dan dipecahkan bersama.
2.      Pengawasan Kuantiatif
Pengawasan Kuantitatif melibatkan angka-angka untuk menilai suatu prestasi. Beberapa teknik yang dapat dipakai dalam pengawasan kuantitatif adalah :
a)      Anggaran
Anggaran dalam organisasi ialah rencana keuangan yang menguraikan bagaimana dana pada periode waktu tertentu akan dibelanjakan maupun bagaimana dana tersebut akan diperoleh. Anggaran juga merupakan laporan resmi mengenai sumber-sumber keuangan yang telah disediakan untuk membiayai pelaksanaan aktivitas tertentu dalam kurun waktu yang ditetapkan. Disamping sebagai rencana keuangan, anggaran juga merupakan alat pengawasan.
Anggaran adalah bagian fundamental dari banyak program pengawasan organisasi. Pengawasan anggaran atau Budgetary Control itu sendiri merupakan suatu sistem sasaran yang telah ditetapkan dalam suatu anggaran untuk mengawasi kegiatan-kegiatan manajerial, dengan membandingkan pelaksanaan nyata dan pelaksanaan yang direncanakan.
Anggaran pembelanjaan pengeluaran kas oleh bagian administrasi, yaitu meliputi pelaporan tentang pembelanjaan yang dilakukan oleh staf administrasi dalam usaha Rumah Sushi Indonesia tersebut dilaporkan dalam 1 minggu sekali kepada Owner atau CEO, kemudian dari pihak CEO memeriksa laporan tersebut dan berhak meminta penjelasan terhadap pengeluaran kas yang biasanya bernilai nominal besar. Contohnya pembelian perlengkapan dapur seperti kompor oleh bagian administrasi tanpa dikomunikasikan/ditanyakan dahulu kepada CEO. Dalam hal pelaporan ini staff administrasi harus mempunyai sifat Accountability Management yaitu harus bisa menjelaskan pengeluaran-pengeluara kas yang telah dilakukan dan pertanggungjawaban kas yang telah digunakan untuk apa saja dan diusahakan agar tidak sampai terjadi Over Budget. Dalam memeriksa anggaran pembelanjaan pengeluaran kas, pihak CEO “Rumah Sushi Indonesia’ memperhatikan beberapa hal berikut, yaitu :
-            Mengkoreksi kwitansi/bukti pembelanjaan yang dilampirkan dalam pelaporan pengeluaran kas dari bagian administrasi apakah sudah layak. Sebaiknya ada stempel atau bukti transaksi yang bersifat komputerisasi untuk memperkecil kemungkinan manipulasi. Stempel ataupun bukti yang bersifat komputerisasi bukanlah suatu hal yang mutlak bagi owner, bon biasa juga bisa diterima tapi jika memang wajar adanya, selembar kertas yang ditulis tangan ketika terjadinya proses pengklaiman atas pembelian 2 buah Aqua cup di warung sudah dapat menjadi bukti. Tetapi sebuah kertas rokok yang ditulis tangan yang berisikan pembelian 1 unit alat masak tentunya tidak dapat diterima sebagai bukti. Untuk beberapa jenis bukti klaim tertentu seperti klaim bensin/ bahan bakar kendaraan, pada bukti tersebut harus ditulis pula data kilometer saat pengisian dan nomer plat kendaraan yang melakukan pengisian untuk mencegah penyimpangan dalam pengisian bahan bakar tersebut. Ini menjadi perhatian khusus dari owner Rumah Sushi Indonesia untuk menilai dan mengawasi karyawan khususnya bagian administrasi dalam mengelola kas.
-            Memeriksa keakuratan penyajian angka dari setiap kwitansi, invoice atau bukti transaksi tersebut apakah penjumlahan, perkalian, atau pengurangannya sudah benar. Kesalahan bisa saja terjadi walaupun sistem yang dipakai sudah bersifat komputerisasi oleh perusahaan.
-            Memeriksa kewajaran setiap aktivitas pengeluaran cash/ pembelian, apakah barang yang dibeli benar-benar untuk kepentingan perusahaan dan digunakan untuk operasional perusahan “Rumah Sushi Indonesia”.
-            Memeriksa apakah ada manipulasi angka yang sengaja atau tidak. Yaitu merubah angka/ menambahkan angka untuk kepentingan pribadi, misalkan ketika terjadi proses klaim sebesar 100.000 tetapi pemegang cash menambahkan angka 0 sehingga angka tersebut menjadi 1.000.000, padahal yang dibayarkan pemegang cash yakni bagian administrasi kepada personil yang mengklaim hanya sebesar 100.000, sedangkan yang dicatat dalam pembukuan/ pencatatan sebesar 1.000.000 sehingga selisihnya sebesar 900.000 dipakai untuk kepentingan pribadi.
b)      Audit
Audit manajemen merupakan bentuk pemeriksaan untuk menilai, menganalisis, meninjau ulang hasil perusahaan, apakah telah berjalan secara ekonomis, efisien dan efektif serta mengidentifikasi kekurangan-kekurangan dan kemudian melaksanakan pengujian dan penelaan atas ketidakhematan, ketidakefisiensian maupun ketidakefektifan untuk selanjutnya memberikan rekomendasi–rekomendasi perbaikan demi tercapainya tujuan perusahaan
Audit terdiri dari audit internal dan audit eksternal. Namun dalam usaha ‘Rumah Sushi Indoneisa” menerapkan system audit secara internal. Audit internal yang diadakan dalm lingkup manajemen usaha “Rumah Sushi Indonesia” dilakukan 3x dalam setahun.
Tujuan dari management  audit  yang dilakukan pihak manajemen “Rumah Sushi Indonesia” adalah:
  1. Untuk menilai kinerja (performance) dari manajemen dan berbagai fungsi dalam manjemen.
  2. Untuk menilai apakah berbagai sumber daya (manusia, mesin, dana, dan harta lainnya) yang dimiliki perusahaan telah digunakan secara efisien dan ekonomis.
  3. Untuk menilai efektivitas perusahaan dalam mencapai tujuan (objective) yang telah ditetapkan oleh top management.
  4. Untuk dapat memberikan rekomendasi kepada top management untuk memperbaiki kelemahan-kelemahan yang terdapat dalam penerapan pengendalian intern, sistem pengendalian manajemen, dan prosedur operasional perusahaan, dalam rangka meningkatkan efisiensi, keekonomisan dan efektivitas dari kegiatan operasi perusahaan.”
  5. Untuk membantu semua anggota dalam melaksanakan tanggung jawab mereka dan memberikan kritik pada kinerja atau kegiatan mereka.
c)      Stock Opname
Fungsi stock opname adalah melakukan pengontrolan serta pengawasan stock barang yang dimiliki oleh perusahaan sehingga tidak terjadi kehilangan atau terjadi kecurangan yang dilakukan oleh karyawan dengan mengeluarkan barang tanpa dilakukan pencatatan yang dapat menimbulkan kerugian bagi perusahaan.
Prosedur Cek Fisik Persediaan atau Stock Opname dalam manajemen “Rumah Sushi Indonesia”
1.         Proses penghitungan jumlah persediaan secara fisik yang dilakukan oleh stockkepper dan seorang petugas stock opname setiap bulan pada tanggal satu. Adapun prosesnya sebagai berikut:
a)      Perhitungan dimulai dengan menghitung jumlah saldo akhir fisik persediaan yang terdapat pada gudang untuk tiap jenis persediaan.
b)      Mencocokan jumlah barang yang dikirim dari supplier yang tercatat selama satu bulan dengan laporan terima barang.
c)      Menginput saldo akhir persediaan yang tedapat pada dokumen stock opname report kedalam program inventori roleh stockkepper, sekaligus akan menjadi saldo awal bulan berikutnya.
d)     Petugas stock, stockkepper dan manajer menandatangani dokumen stock opname report.
e)      Laporan stock opname report akan menjadi salah satu bahan evaluasi dan penilaian atas kinerja manajemen.
Bagi karyawan “Rumah Sushi Indonesia” ini stock opname diadakan pada setiap departemen, masing masing karyawan per departemen harus bertanggung jawab atas selisih barang yang muncul dari hasil stock opname bulanan. Entah karena barang tersebut hilang, atau rusak. Dan jika barang yang hilang tersebut jumlahnya besar, karyawan dalam departemen tersebut harus bertanggung jawab mengganti barang tersebut dengan presentase 50% dari harga barang tersebut. 
d)     Analisa Break-Even
Menganalisa dan menggambarkan hubungan biaya dan penghasilan untuk menentukan pada volume berapa agar biaya total sehingga tidak mengalami laba atau rugi.
e)      Analisis Rasio
Menyangkut dua jenis perbandingan :
1.         Membandingkan rasio saat ini dengan rasio-rasio dimasa lalu.
2.         Membandingkan rasia-rasia suatu perusahaan dengan perusahaan lain yang sejenis.
Tujuan pengawasan dalam usaha Rumah Makan Sushi Indonesia” ini bukanlah mencari kesalahan para karyawan tetapi mencegah dan nemperbaiki kesalahan dalam operasional usaha.  Namun sering terjadi, fungsi pengawasan itu disalah artikan yaitu mencari kesalahan orang lain atau sebagai alat menjatuhkan hukuman atas suatu kesalahan yang dibuat, hal demikian diharapkan tidak ada dalam fikiran karyawan khususnya karyawan “Rumah Sushi Indonesia” karena tujuan
pengawasan itu untuk menjamin tercapainya tujuan-tujuan dan rencana perusahaan dan untuk kemajuan usaha itu sendiri agar terus berjalan dengan lancar dan terus beroperasi dengan baik.
E.     Fungsi Pengendalian
Pengendalian sama halnya dengan pengawasan, yaitu tujuan diadakan nya fungsi ini untuk menemukan, mengkoreksi adanya penyimpangan-penyimpangan dari hasil yang telah dicapai dibandingkan dengan rencana kerja yang telah ditetapkan.
Pada setiap kegiatan dalam operasional usaha perlu diadakan pengendalian , sebab apabila terjadi penyimpangan akan lebih cepat diadakan tindakan koreksi. Pengendalian berkaitan erat dengan perencanaan. Dalam hal ini perencanaan mengidentifikasi komitmen-komitmen terhadap tindakan yang ditujukan untuk hasil-hasil dimasa yang akan datang.
1.      Langkah – langkah dalam proses pengendalian
Langkah-langkan dalam proses pengendalian oleh manajemen “Rumah Sushi Indonesia.
1)      Menetapkan standard dan metode untuk mengukur prestasi. Misal dalam usaha kami manajemen mempunyai target penjualan yang harus dicapai dalam waktu tertentu.
2)      Mengukur prestasi kerja
Merupakan proses yang berkesinambungan dan berulang-ulang yang frekuensi nya tergantung pada jenis aktivitasnya. Pengukuran prestasi kerja ini sedapat mungkin dilakukan dengan segera agar waktunya tidak terlalu panjang dan tidak mengganggu jalan nya operasional usaha.
3)      Menentukan apakah prestasi kerja memenuhi standar
Langkah ini membandingkan antara langkah pertama dan langkah yang kedua.
4)      Mengambil tindakan korektif
Apabila langkah sebelumnya sudah sesuai maka manajemen “Rumah Sushi Indonesia” tidak perlu melakukan tindakan apa-apa, tetapi apabila terjadi penyimpangan maka manajemen perlu melakukan tindakan korektif. Tindakan ini dapat berupa mengadakan perubahan beberapa aktivitas organisasi atau terhadap standar kerja yang telah ditetapkan semula.
Manajemen usaha “Rumah Sushi Indonesia” meyakini bahwa pengendalian merupakan hal yang sangat penting bagi keberlangsungan operasional usaha. Oleh karena itu manajemen juga mengetahui bagaimana cara cara pengendalian yang baik, yaitu :
1.      Pengendalian harus mendukung sifat atau kebutuhan dari kegiatan usaha.
2.      Pengendalian harus segera melaporkan setiap adanya penyimpangan. Apabila suatu penyimpangan ditunda atau terlmabat pengatasannya maka akibatnya terjadi kesalahan itu akan semakin parah sehingga semakin rumit tindakan korektif yang harus dilakukan.
3.      Pengendalian harus berorientasi jauh ke depan
4.      Pengendalian harus akurat dan obyektif.
5.      Pengendalian harus fleksibel.
6.      Pengendalian harus ekonomis.
7.      Pengendalian harus serasi dengan pola organisasi\
8.      Pengendalian mudah dimengerti.
9.      Pengendalian harus diikuti dengan tindakan koreksi.
2.      Pentingnya pengendalian
Pentingnya pengendalian oleh manajemen usaha kami, diantaranya :
1.    Adanya perubahan di lingkungan organisasi.
2.    Organisasi menjadi semakin kompleks.
3.    Timbulnya kesalahan-kesalahan dalam bekerja oleh karyawan usaha kami.
4.    Kebutuhan manajer untuk mendelegasikan wewenang.
Pengendalian dalam organisasi tidak datang  dengan sendirinya sebagai konsekuensi tindakan  yang dilakukan oleh masing-masing individu. Banyak orang yang bertindak dengan caranya sendiri, tidak disebabkan karena intruksi-intruksi tertentu yang diberikan oleh atasannya. Maka bertindak karena pertimbangannya mengatakan bahwa tindakan tersebut tepat. Hal ini yang dihindari oleh manajemen usaha kami, bahwasanya setiap karyawan harus bisa dikendalikan dan diberikan pengawasan yang jelas dan memastikan bahwa sebelum melakukan pengendalian dan pengawasan ini, karyawan telah diberikan pengarahan sebelumnya. Jadi karyawan tidak bertindak seperti apa yang diinginkannya sendiri.

BAB III
KESIMPULAN
1.      Sushi adalah makanan jepang yang terdiri dari nasi yang dibentuk bersama lauk (neta) berupa makanan laut, daging dan sayuran mentah atau sudah dimasak. Nasi sushi mempunyai rasa masam yang lembut karena dibumbui campuran cuka beras, garam dan gula. Karena bisnis kuliner dari tahun ketahun semakin berkembang dengan pesat, dan memiliki prospek kedapn yang bagusdan usaha kuliner ini di Semarang belum begitu banyak orang yang mengetahuinya dan belum banyak yang tertarik untuk membukan usaha ini. Dengan semakin terbukannya peluang usaha ini yang dapat diminati oleh masyarakat, sehingga dapat memanfaatkan untuk mendirikan usaha “Rumah Sushi Indonesia”.
2.      Fungsi perencanaan merupakan proses yang di persiapkan untuk melakukan berbagai perubahan dan menanggapi berbagai ketidakpastian dengan memberikan rumusan atau formula terhadap berbagai tindakan yang akan dilakukan dimasa mendatang. Dalam menyusun perencanaan manajemen “Rumah Sushi Indonesia” dengan memperhatikan proses perencanaan, manfaat yang akan didapat oleh Rumah Sushi Indonesia, perencanaan strategis, strategis bisnis dan hambat yang akan terjadi nantinya.
3.      Fungsi pengorganisasian kegiatan yang mengatur tugas,wewenang dan tanggungjawab serta pengorganisasian yang baik dapat menempatkan orang-orang pada tugas yang tepat (Right Man in the Right Place)

Unsur-unsur struktur organisasi terdiri dari :
-           Spesialisasi kegiatan berkenaan dengan spesifikasi tugas penyatuan tugas-tugas tersebut menjadi satuan-satuan kerja
-           Standardisasi kegiatan
-           Sentralisasi dan desentralilasi pembuatan keputusan
-           Ukuran satuan kerja
4.      Fungsi pengarahan Pengarahan di Rumah Sushi Manajer tidak melakukan kegiatan sendiri,tetapi menyelesaikan tugas-tugas melalui captain. Fungsi fungsi pengarahan dalam Usaha Rumah Sushi Indonesia meliputi motiivasi, kompesasi, kepemimpinan dan komunikasi
5.      Fungsi pengawasan Cara dalam pengawasan yang dilakukan oleh “Rumah Sushi Indonesia” yaitu dengan membandingkan segala sesuatu yang telah dijalankan dengan rencana yang telah dibuat, serta tak lupa untuk terus melakukan perbaikan-perbaikan bilamana terjadi penyimpangan dengan menggunakan metode pengawasan non-kunatitatif dan kuantitatif.
6.      Fungsi pengendalian Pada setiap kegiatan dalam operasional usaha perlu diadakan pengendalian , sebab apabila terjadi penyimpangan akan lebih cepat diadakan tindakan koreksi. Pengendalian berkaitan erat dengan perencanaan. Dalam hal ini perencanaan mengidentifikasi komitmen-komitmen terhadap tindakan yang ditujukan untuk hasil-hasil dimasa yang akan datang.


Komentar